Senin Beramal, Agenda yang Terus Dijalankan SMP Nusantara Gondang

WONOPRINGGO – Pengurus Yayasan Gondang bersama Kepala Sekolah setiap unit dan juga perwakilan OSIS berta’ziyah ke rumah duka sebagai bentuk bela sungkawa pada yang ditinggalkan, Rabu (10/08/2022).

Rombongan iring-iringan beranjak keluar dari rumah Kepala Yayasan Gondang H.A. Nadjib Syamsuddin, BA., menuju lokasi duka yang berada tidak jauh dari Yayasan.

Sesampainya di lokasi keluarga dari almarhumah telah berdiri menyambut kedatangan rombongan dari Yayasan Gondang.

Kesempatan kali ini H.A. Nadjib Syamsuddin, BA., menyampaikan bahwa beliau mewakili Yayasan Gondang dan juga semua unit yang ada di bawah naungannya mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya almarhumah dan juga memberikan semangat untuk tetap tabah atas musibah yang sedang dijalani.

“Saya dan rombongan ke sini mengucapkan bela sungkawa yang sebesar-besarnya atas meninggalnya almarhumah, ini nanti ada sedikit bantuan, tolong diterima”, ucap beliau.

Ahli waris dalam kesempatan itu juga memberika apresiasi yang tinggi atas kedatangan Yayasan dan rombongan yang telah berkenan hadir memberikan dukungan secara moral maupun moril.

Kemeriahan Senam Bersama di SMP Nusantara Gondang

WONOPRINGGO – Memperingati HAORNAS (Hari Olahraga Nasional) 2022, MTs Gondang dan SMP Nusantara Gondang adakan acara senam bersama yang meliputi semua sivitas akademik sekolah, Sabtu (10/09/2022).

HAORNAS jatuh pada tanggal 9 September 2022, yang mengusung tema ‘Bersama Cetak Juara’. Menaggapi hal itu, MTs Gondang dan SMP Nusantara Gondang berinisiatif untuk ikut serta meramaikan acara tersebut dengan mengadakan senam bersama di halaman sekolahan.

Acara yang harusnya dilaksanakan pada hari Jumat tersebut terpaska dilaksanaan pada hari Sabtunya, mengingat hari Jumat menjadi waktu libur MTs Gondang dan SMP Nusantara Gondang. Namun hal itu tak mengurangi semangat para siswa dan para guru untuk meramaikan Hari Olahraga Nasional tersebut.

Hari Olahraga Nasional diperingati setiap tanggal 9 September melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 67 Tahun 1985. Hari Olahraga Nasional merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah akan pentingnya pendidikan olahraga. Penetapan Hari Olahraga Nasional tak lepas dari penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama di Surakarta, Jawa Tengah, pada 9-12 September 1948.

Sebelum ditetapkan hari peringatannya setiap tanggal 9 September, telah muncul usulan untuk memperingati Haornas setiap tanggal 8 September. Pada tanggal 16-17 Mei 1983, diadakan Sidang Paripurna KONI XIII di Senayan, Jakarta. Dilansir dari Kompaspedia, dalam sambutan tertulis pembukaan sidang, Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang saat itu menjabat Ketua Umum KONI Pusat mengusulkan tanggal 10 September sebagai Hari Olahraga Nasional.

Usulan tentang Hari Olahraga Nasional itu berdasarkan pada harapan untuk menempa semangat berolahraga di masyarakat serta peningkatan prestasi. Sidang tersebut memutuskan Pekan Olahraga Nasional (PON) XI dilaksanakan di Jakarta mulai tanggal 8 September sekaligus ditetapkan sebagai Hari Olahraga. Pemilihan tanggal 8 September sesuai dengan informasi yang digunakan pada saat itu bahwa PON pertama di Surakarta dimulai pada 8 September 1948.

Terdapat perbedaan mengenai pembukaan PON I di Surakarta. Pada buku kenangan PON II 1951 dan PON-PON selanjutnya, disebutkan bahwa Pekan Olahraga Nasional pertama di Surakarta diselenggarakan pada 8-12 September 1948. Pada kenyataannya, tanggal 8 September 1948 adalah hari perjalanan bendera PON I yang dibawa dari Yogyakarta menuju Surakarta.

Adapun, bendera tersebut tiba di Kota Surakarta pada 9 September 1948 pukul 6.30 WIB. Selanjutnya, bendera tersebut langsung dibawa ke Stadion Sriwedari yang menjadi arena penyelenggaraan PON I. Kemudian pada pukul 9.00, Presiden Soekarno secara resmi membuka PON I. Selang 35 tahun kemudian, tepatnya pada 9 September 1983, Presiden Soeharto mencanangkan Hari Olahraga Nasional saat meresmikan purnapugar Stadion Sriwedari. Pemilihan 9 September sebagai Hari Olahraga Nasional berdasarkan pada tanggal pembukaan PON I di Surakarta, 1948. Pada 7 September 1985, melalui Keputusan Presiden Nomor 67 Tahun 1985, ditetapkan bahwa tanggal 9 September ditetapkan sebagai peringatan Hari Olahraga Nasional atau Haornas.

Melalui Pemilihan OSIS, SMP Nusantara Gondang Siap Berdemokrasi

WONOPRINGGO – Suatu Organisasi akan berjalan dengan baik apabila proses reorganisasinya pun berjalan dengan baik. Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) MTs Gondang dan SMP Nusantara Gondang telah melaksanakan proses reorganisasi kepengurusan OSIS masa bakti 2022-2023 pada Sabtu, (24/09/2022).

Ada 6 calon pasangan yang maju untuk bersaing dalam pemilihan itu. MTs berjumlah 4 pasang calon yaitu Tifika Rani yang berpasangan dengan M. Faidhu N, Naili Najwa dengan Dafina Azalia, lalu M. Zidan yang berpasangan dengan Adit Yogi dan yang terakhir A. Athaillah dangan Raya Syaqilah.

Adapun dari SMP Nusantara sendiri ada 2 pasang calon kandidat, yaitu M. Fahrul yang berpasangan dengan Destiara Izza dan Rakhmania dengan Ardiansyah.

Acara dimulai dengan orasi dari masing-masing calon ketua OSIS dan wakilnya. Dengan penuh semangat para calon kandidat tersebut membeberkan visi dan misi masing-masing, bahkan dari mereka ada yang menggunakan bahasa Inggris sebagai media orasinya.

Pemungutan suara dimulai setelah orasi selesai, dengan urutan dari siswa MTs kelas XII hingga IX, lalu dilanjutkan dengan siswa SMP. Adapun mekanismnya adalah para siswa yang ikut andil dalam pemilihan akan dipanggil perkelasnya, kemudian mereka akan dibariskan di depan bilik dan diberitahu lagi secara sekilas mengenai tatacara pencoblosan.

Setelah itu mereka akan diabsen serta diberikan kertas yang terpampang foto para calon kandidat ketua OSIS dan wakilnya. Lalu satu persatu masuk kedalam bilik yang telah disediakan oleh panitia dan mencoblosnya dengan paku.

Kegiatan ini menganut sistem dari siswa, oleh siswa, untuk siswa. Prinsip demokrasi ini diterapkan dalam pemilihan ketua OSIS yang diharapkan memberikan pelajaran untuk menggunakan hak yang dimiliki secara bertanggung jawab.

Pembina OSIS Lia Pungkasari mengatakan, bahwa pelaksanaan pemilihan Ketua OSIS periode 2022-2023 ini adalah wujud penanaman demokrasi sejak dini, sehingga nantinya terbiasa dengan alam demokrasi.

“Harapannya, dengan anak-anak mengikuti rangkaian agenda pemilihan ketua OSIS dan wakilnya, akan mengenalkan mereka terhadap sistem demokrasi yang ada di Negara kita”. Ungkapnya saat ditemui disela-sela aktivitasnya.

Kegiatan diakhiri dengan perhitungan suara yang disaksikan oleh pembina, guru serta semua anggota OSIS maupun calon ketua. Dalam perhitungan tersebut, muncul pasangan A. Athaillah dan Raya Syaqilah dengan perolehan suara tertinggi mewakili MTs, yaitu 241. Lalu disusul Tifika Rani dan M. Faidhu N dengan perolehan suara 229, M. Zidan yang berpasangan dengan Adit Yogi menempati peringkat ketiga, dengan perolehan suara  97. Terakhir Naili Najwa dan  Dafina Azalia dengan perolehan suara 60.

Sedangkan untuk SMP Nusantara perolehan suara tertinggi didapat oleh pasangan M. Fahrul yang berpasangan dengan Destiara Izza, yaitu 142 suara. Adapun Rakhmania dengan Ardiansyah memperoleh total suara 62.

Maka, pada pesta pemilihan ketua OSIS dan wakilnya untuk periode 2022-2023, ditetapkan bahwa A. Athaillah dan Raya Syaqilah akan menjadi Ketua dan wakil OSIS MTs Gondang, sedangkan untuk SMP Nusantara akan dipimpin oleh M. Fahrul dan Destiara Izza.

Inilah Program Baca Sholawat di SMP Nusantara Gondang

WONOPRINGGO – Menjelang akhir bulan Shafar dan mendekati bulan Rabiul Awwal, Yayasan Gondang adakan apel serentak di semua unit yang ada di bawah naungannya, Senin (26/09/2022).

Mengawali pagi yang cerah dihari senin, semua unit mulai dari TK sampai SMK mengadakan apel menyambut bulan kelahiran Baginda Nabi Muhammad saw, hal itu dilaksanakan atas perintah langsung dari ketua Yayasan.

Sebelumnya, ketua Yayasan H. A. Nadjib Samsuddin melalui Ketua Komite Drs. H. Nabhan, memberikan interupsi kepada semua unit, untuk melaksakan apel menyambut bulan Maulid Nabi. Dalam sambutannya di SMK Gondang, beliau berpesan untuk selalu membaca Sholawat kepada Nabi, karena Bulan Rabiul Awwal bisa dikatakan sebagai “bulan Sholawat” untuk Nabi Muhammad saw. Hal ini sebagai bagian dari cara kita untuk belajar mencintai Beliau.

Selain itu, shalawat juga memberikan banyak keutamaan atau keuntungan bagi pembacannya. Setidaknya, Sayid Muhammad bin Alawi bin Abbas al-Maliki al-Hasani dalam kitabnya yang berjudul “Ma Dza fi Sya’ban” menyebut 12 fadilahnya. Pertama, orang yang bershalawat untuk Nabi Muhammad saw akan dibalas oleh Allah swt dengan 10 kali sholawat. Hal ini didasarkan pada sebuah hadits, “Siapa yang bersholawat untukku sekali, maka Allah swt bersholawat untuknya 10 kali.”

Kedua, orang yang bersholawat kepada Rasulullah saw, Beliau sendiri akan bersholawat untuknya. Demikian ini berdasar pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani dari Sahabat Anas bin Malik, “Siapa yang bershalawat untukku maka sholawat itu akan sampai padaku dan aku akan bershalawat untuknya, dan baginya akan dicatat 10 kebaikan.”

Ketiga, orang yang membacakan sholawat untuk Nabi, malaikat juga akan bersholawat untuknya. Sebab, ada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abdullah bin Umar ra, Rasulullah saw, bersabda: “Siapa yang bersholawat untuk Nabi Muhammad saw sekali, maka Allah swt dan malaikatnya akan bersholawat untuknya 70 kali.”

Keempat, orang yang bersholawat untuk Nabi Muhammad saw akan diangkat derajatnya, ditambahkan kebaikannya, dan dihapuskan keburukannya. Hal ini atas dasar hadits yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani, Imam An-Nasai, dan Imam Al-Bazzar dari Abu Burdah bin Nayar berikut. “Rasulullah saw bersabda: “Siapa yang bershalawat kepadaku dari umatku shalawat secara ikhlas dari hatinya, Allah swt akan bershalawat untuknya 10 kali sholawat, menaikkan derajatnya 10 kali, mencatat untuknya 10 kali kebaikan, dan menghapuskan untuknya 10 keburukan.”

Masih banyak keutamaan shalawat yang tentunya tidak bisa ditulis semua disini. Menyadari akan besarnya dampak dari sholawat, maka Yayasan Gondang membuat program bersholawat selama satu bulan penuh dengan setiap harinya membaca 500 hingga 1000 kali sholawat, dan bacaan tersebut akan dicatat oleh setiap siswa yang nantinya akan menjadi laporan untuk diberikan kepada Ketua Yayasan.

Peduli Sesama, SMP Nusantara Gondang Ajak Siswa untuk Saling Membantu Melalui Program Senin Beramal

WONOPRINGGO – Keluarga besar Yayasan Gondang Wonopringgo turut berduka cita atas wafatnya Bapak H. Nasir bin KH. Syamsuddin, adik dari Ketua Umum Yayasan Gondang H. A. Nadjib Syamsuddin, duka cita juga menyelimuti Bapak Mas’ud, S.T guru SMK Gondang atas sepeninggal Ibu beliau Hj. Umirah binti H. Amad Tjarmidi.

Takziyah dilaksanakan dikedua tempat pada Selasa pagi bersama Kepala Sekolah se-Yayasan Gondang. Siswa yang diwakili oleh pengurus OSIS juga ikut serta dalam acara belasungkawa tersebut.

Hal ini dimaksudkan untuk mengajak dan memberikan contoh nyata kepada siswa-siswi dibawah naungan Yayasan Gondang agar mempunyai kepedulian terhadap sesama dan memiliki kepekaan sosial sehingga ringan tangan untuk saling membantu jika lingkungan sekitar terkena musibah.

Ditemui Gondang Media Center komite pendidikan Yayasan Gondang Drs. H. Nabhan mengatakan; “Takziyah dan belasungkawa ini adalah bentuk nyata kepedulian kita terhadap sesama, khususnya untuk keluarga besar Yayasan Gondang, guru serta karyawan yang sedang tertimpa musibah”.

Selain mengirimkan do’a sebagai tradisi Ahlussunnah wal jama’ah, Yayasan Gondang juga memberikan santunan kematian atau bantuan duka cita, santunan tersebut berasal dari program ‘Senin Beramal’.

“Jadi program senin beramal itu awalnya saya canangkan dengan cara honor guru dipotong 1% untuk infaq dana sosial setiap bulannya, agar memberi contoh lalu diikuti oleh siswa. Tak hanya untuk santunan, pembangunan masjid dan musholla juga kami bantu, intinya bantuan sosial kemasyarakatan”, ujar H. Nadjib.

Yayasan Gondang melalui dana dari program senin beramal telah banyak membantu sesama baik itu kegiatan sosial, keagamaan, bencana dan lain sebagainya.

SMP Nusantara Gondang Gelar Apel HSN

WONOPRINGGO – Menyambut hari santri nasional 2022, Yayasan Gondang ajak semua unit yang ada di bawah naungannya untuk menggelar apel di unitnya masing-masing, Sabtu (22/10/2022).

Sebagai bentuk untuk mengenang jasa para santri tersebut, semua unit mulai dari TK hingga SMK di bawah naungan Yayasan Gondang mengadakan apel yang dikuti oleh semua stakeholder.

Presiden Joko Widodo menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri di Masjid Istiqlal, Jakarta pada 15 Oktober 2015. Penetapan tersebut melalui penandatanganan Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri.

Perlu di ketahui, bahwa Hari Santri berawal dari fatwa ‘Resolusi Jihad’ yang disampaikan oleh KH Hasyim Asy’ari. Pada 22 Oktober 1945, KH Hasyim Asy’ari memimpin perumusan fatwa ‘Resolusi Jihad’ di kalangan kiai pesantren.

Fatwa itu berisi kewajiban berjihad untuk mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan melawan kelompok pasukan penjajah yang masih ada di tanah air.

Perjuangan ini melibatkan para ulama dan santri. Kemudian, perjuangan yang berlandaskan jihad kebangsaan tersebut juga melahirkan peristiwa heroik pada 10 November 1945 di Surabaya yang dikenal dengan Hari Pahlawan.

Dengan demikian, fatwa ‘Resolusi Jihad’ itu dijadikan landasan peringatan Hari Santri setiap tanggal 22 Oktober.

Fogging, Cegah Demam Berdarah dan Wujud Kepedulian Kesehatan di Lingkungan SMP Nusantara Gondang

WONOPRINGGO – Yayasan Gondang ajak Puskesmas Wonopringgo untuk melakukan fogging dilingkungan Yayasan, Kamis (27/10/2022).

Guna mengantisipasi terjadinya kasus demam berdarah di lingkungan Yayasan Gondang, kemarin pihak Yayasan dibantu dengan Puskesmas Wonopringgo melakukan penyemprotan (fogging) disinfektan. Tujuan dari penyemprotan ini adalah mematikan penyebab penularan demam berdarah yang penularanya disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti.

Di musim penghujan superti saat ini, banyak sekali genangan-genangan air yang menjadi rumah “nyaman” untuk nyamuk aedes aegypti berkembang biak. Untuk itu perlu langkah pencegahan agar tidak terjadi penularan penyakit Demam Berdarah (DB) di lingkungan Yayasan, terutama unit-unit yang lebih dominan diisi oleh anak-anak, seperti TK, SDIT dan MI Gondang.

Langkah pencegahan tersebut menggunakan metode 3M selain dengan melakukan fogging nyamuk secara berkala.

Langkah 3M ini meliputi, menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang bekas. Diharapkan dengan adanya fogging dan langkah 3M ini lingkungan Yayasan Gondang bebas serta terhindar dari penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).

SMP Nusantara Gondang Peringati Hari Santri dan Maulid Nabi Muhammad SAW

WONOPRINGGO – Yayasan Gondang gelar peringatan maulid Nabi dengan sholawat bersama sekaligus juga untuk memperingati hari santri Nasional, Kamis (27/10/2022).

Acara di awali dengan pembacaan Al Barzanji dan sholawat-sholawat pilihan oleh siswa dan siswi dari MTs dan SMK Gondang yang diikuti oleh semua masyarakat Yayasan Gondang, mulai dari Kepala Sekolah, Guru hingga siswa.

Dilanjutkan dengan pembacaan Tilawatil Qur’an dan sambutan-sambutan sebelum puncaknya adalah mauidhoh khasanah oleh KH. Zuhdi Hariri.

Sambutan pertama oleh Kepala Sekolah SMK Gondang, Arif Hermawan, S. Si, selaku panitia pelaksana. Beliau berpesan mengenai pentingnya membudayakan bacaan sholawat, agar menjadi sebuah karakter.

Beliau juga menyampaikan mengenai jumlah sholawat yang sudah dibaca oleh semua warga Yayasan Gondang selama bulan Rabiul Awal ini.

SMP Nusantara Gondang Peduli Kesehatan Siswa

WONOPRINGGO – MTs dan SMP Nusantara Gondang yang bekerja sama dengan Puskesmas Wonopringgo adakan cek kesehatan bagi siswa-siswinya sebagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan pelajar, Selasa (18/10/2022).

Screening atau penjaringan kesehatan yang dilaksanakan oleh Puskesmas Wonopringgo ini meliputi penimbangan berat badan, tinggi badan, pemeriksaan tensi darah, pemeriksaan kesehatan gigi, dan mulut serta pemeriksaan kesehatan telinga.

Seperti yang diungkapkan Lia Pungkasari, S.Pd., bahwa agenda yang dilakukan hampir setiap tahun ini adalah salah satu bentuk dari pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk mendeteksi dini siswa yang memiliki masalah kesehatan agar segera mendapatkan penanganan sedini mungkin, serta tersedianya data atau informasi untuk menilai perkembangan kesehatan peserta didik, maupun untuk dijadikan pertimbangan dalam menyusun program pembinaan kesehatan di sekolah.

“Agenda penjaringan kesehatan ini hampir tiap tahun dilaksanakan, di mana harapannya kita mengetahui keadaan kesehatan siswa, terutama yang kelas VII”, ungkap beliau yang sering dipanggil Bu Lia ini.

Lanjutrnya, bahwa agenda ini akan berlangsung satu sampai dua hari, mengingat jumlah siswa serta keterbatasan waktu dari pihak Puskesmas.

“Kegiatan ini kemungkinan tidak hanya hari ini saja, mengingat jumlah siswa dan juga keterbatasan waktu”, ungkapnya.

SMP Nusantara Gondang Peringati Hari Kesaktian Pancasila

WONOPRINGGO – SMP Nusantara Gondang gelar upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang di ikuti oleh semua stakeholder sekolah, Sabtu (01/10/2022). Pada kesempatan itu yang menjadi pembina upacara adalah Ahmad Muslih, S.Pd.I.

Beliau dalam sambutannya mengingatkan kembali sejarah kelam di balik tanggal 1 Oktober, dan juga pentingnya menjaga idiologi yang menjadi dasar terbentuknya negara Indonesia, yaitu Pancasila.

“Kita harus selalu mengingat akan sejarah yang telah terjadi di Indonesia pada tanggal 1 Oktober 1965, di mana peristiwa itu bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.” Ucapnya di depan peserta upacara.

Beliau juga membaca serta sekaligus menjabarkan isi dari teks Pancasila. Menurut beliau, teks Pancasila sudah sangat sesuai dengan ajaran yang sudah ditanamkan dalam agama Islam. Mulai dari Sila pertama hingga ke lima.

Ustadz Ahmad Muslih Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila

“Pancasila yang telah dicetuskan para pendahulu bangsa ini sudah sesuai dengan agama Islam, mulai dari Ketuhanan yang Maha Esa hingga Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”ungkapnya.

Sila pertama, “Ketuhanan yang Maha Esa”, sila ini selaras dengan Surat al-Baqarah, ayat 163 yang memiliki arti; “Dan Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Maha Esa . Tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Murah, lagi Maha Penyayang”.

Konsep ini menunjukkan bahwa dasar kehidupan bernegara rakyat Indonesia adalah ketuhanan. Di dalam Islam, konsep ini biasa disebut hablum min Allah yang merupakan esensi dari tauhid berupa hubungan manusia dengan Allah SWT.

Sila kedua, “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”, sila kedua dari Pancasila ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia menghargai dan menghormati hak-hak yang melekat dalam diri pribadi manusia tanpa terkecuali. Hal ini sesuai dengan surat al-Maa’idah, ayat 8 yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran). Karena Allah, menjadi saksi dengan adil dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Sedangkan pada sila ke tiga yang berbunyi “Persatuan Indonesia”, Persatuan Indonesia bukan dalam arti sempit saja, tetapi dalam arti luas bahwa seluruh penduduk Indonesia diikat oleh satu kesatuan geografis sebagai negara Indonesia. Adapun konsep persatuan dalam bingkai ajaran Islam meliputi Ukhuwah Islamiyah (persatuan sesama muslim) dan juga Ukhuwah Insaniyah (persatuan sebagai sesama manusia).

Ini sesuai dengan firman Allah dalam ayat Ali Imran ayat 103. “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”

Sila ke empat yang berbunyi “Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmad Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan”, hal ini sesuai dengan firmanNya, “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu tlah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya, Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS. Ali Imron [3]: 159).

Sedangkan sila terkahir “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” sesuai dengan ayat “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (Q.S. anNahl [16]: 90)

Maka tidak ada lagi alasan bahwa Pancasila tidak sesuai dengan ajaran syariat Islam, maka tinggal penerapannya saja yang harus selalu dikawal, agar semua sesuai dan selaras dengan isi dari Pancasila itu sendiri,